PP Wanita Islam Dorong Penguatan Peran Ibu Lewat Kajian Politik Islam KIPAS

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta. Merdekaonlinetv.id-Bidang Politik dan Hukum PP Wanita Islam menggelar Kajian Politik Islam (KIPAS) bertema “Keluarga Tangguh, Umat Kuat” pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor PP Wanita Islam, Duren Sawit, Klender, Jakarta Timur ini menghadirkan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai narasumber utama.

Kajian yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 350 jamaah. Suasana tampak khidmat dengan dominasi busana putih dan ungu yang dikenakan para peserta, mayoritas ibu-ibu dan aktivis perempuan.

banner 325x300

Ketua Bidang Politik dan Hukum PP Wanita Islam sekaligus penyelenggara kegiatan, Aisyah Ulfa, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan bahwa KIPAS menjadi ruang diskusi dan refleksi bagi perempuan, khususnya para ibu, dalam menyikapi dinamika politik nasional maupun geopolitik global yang terus berkembang.
Menurutnya, kondisi dunia yang tidak menentu saat ini berdampak langsung pada ketahanan keluarga, termasuk persoalan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat.

“Kondisi yang tidak menentu saat ini mengancam benteng keluarga dan berdampak pada persoalan ekonomi. Padahal, keluarga yang harmonis dan tangguh adalah syarat mutlak untuk mewujudkan umat yang kuat,” ujar Aisyah.

Dalam pemaparannya, Ustadz Bachtiar Nasir menekankan pentingnya kesiapan umat, terutama para ibu, dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menyebut ada tiga hal utama yang perlu diperkuat, yakni softskill, hardskill, dan aqidah.
UBN juga mengajak para ibu untuk lebih cerdas, adaptif, dan antisipatif dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin kompleks di era modern.

Sementara itu, Ketua Umum PP Wanita Islam, Dra. Marfuah Musthofa, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap inisiatif Bidang Politik dan Hukum PP Wanita Islam dalam menghadirkan forum kajian yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang.

“Perempuan politik harus memiliki nilai.
Nilai yang dimaksud adalah kematangan dalam memahami dinamika politik serta kemampuan memilih mana yang berkualitas dan tidak,” kata Marfuah.

Melalui kegiatan KIPAS, PP Wanita Islam berharap dapat memperkuat kapasitas politik perempuan berbasis nilai keislaman sekaligus memperkokoh peran ibu sebagai pilar utama ketahanan keluarga dan umat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *