Yayasan Jantung Indonesia Gandeng Tiga Desainer Ternama dalam Kampanye Kreatif untuk Anak-anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Merdekaonlinetv.id-Merah bukan sekadar warna. Ia adalah denyut, keberanian, cinta, dan harapan. Melalui kolaborasi kreatif bersama tiga desainer ternama Indonesia—AMOTSYAMSURIMUDA, GLASHKA, dan RINDA SALMUN—Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menghadirkan cara baru yang lebih hangat dan dekat untuk menyampaikan pesan kesehatan jantung. Kolaborasi ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 yang mengusung tagline global “Don’t Miss A Beat”.

Bertajuk “DETAK”, kolaborasi ini memadukan estetika desain dengan misi kemanusiaan. Ketiga desainer menciptakan karya spesial dengan dominasi warna merah—warna yang melambangkan jantung, keberanian, cinta, dan kehidupan. Sinergi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Melalui bahasa desain yang kontemporer, DETAK bukan hanya sebuah karya visual, melainkan sebuah narasi tentang kehidupan yang terus berdenyut.

banner 325x300

Sebagian hasil dari kolaborasi ini akan didonasikan melalui Yayasan Jantung Indonesia untuk membantu anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra-sejahtera. Donasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses penanganan medis, termasuk intervensi bedah dan non-bedah, bagi anak-anak yang membutuhkan.

Filosofi “Don’t Miss A Beat”: Jangan Lewatkan Satu Detak Kehidupan

Tagline “Don’t Miss A Beat” memiliki makna yang dalam. Secara harfiah, ia berarti “jangan lewatkan satu detak”. Dalam konteks kesehatan jantung, pesan ini menjadi pengingat agar setiap orang tidak mengabaikan tanda-tanda tubuh, tidak menunda pemeriksaan, dan tidak melewatkan langkah pencegahan sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa.

Namun, filosofi ini juga berbicara tentang kehidupan yang lebih luas. Setiap detak jantung adalah tanda bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk bergerak, berkarya, dan berbagi. Karena itu, “Don’t Miss A Beat” juga menjadi ajakan untuk tidak melewatkan kesempatan berbuat baik—terutama bagi anak-anak yang lahir dengan penyakit jantung bawaan dan membutuhkan uluran tangan.

Warna merah yang mendominasi karya dalam kolaborasi ini menjadi pengingat visual: merah bukan hanya simbol bahaya, tetapi juga simbol keberanian, kasih sayang, dan harapan. Melalui kreativitas, pesan kesehatan jantung diharapkan dapat tersampaikan dengan cara yang lebih hangat, dekat, dan mudah diterima masyarakat.

Tiga Narasi: PEDULI, KENALI, JAGA

Karya DETAK terbagi dalam tiga bagian yang menjadi sarana awareness kesehatan jantung dan mengawali presentasi per desainer, menghadirkan narasi yang tidak hanya memukau secara estetika, tetapi juga sarat makna.

PEDULI — Jantungmu tak pernah lelah berdetak, memompa kehidupan untukmu setiap detik. Merawatnya adalah wujud syukur terbesar pada hidup. Waspadai ancaman yang mengintai diam-diam: rokok, hipertensi, kolesterol, diabetes, dan malas bergerak. Jangan biarkan kebiasaan buruk merenggut detak berharga itu. Jangan tunggu sakit untuk peduli. Mulailah menjaga jantungmu sejak dini, agar kamu bisa terus menemani orang-orang yang kamu sayangi. Direpresentasikan oleh AMOTSYAMSURIMUDA.

KENALI — Jangan abaikan bisikan tubuhmu. Nyeri dada, sesak nafas, keringat dingin, hingga rasa tak nyaman yang menjalar ke lengan dan rahang adalah cara jantungmu meminta pertolongan. Kenali musuh diam-diamnya: kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, gula darah, kolesterol, stres, dan riwayat keluarga. Mengenalinya adalah cara mencintai diri sendiri. Jika gejala datang tiba-tiba, jangan pernah tunda! Waktu adalah nyawa. Segera cari pertolongan medis sebelum terlambat. Direpresentasikan oleh GLASHKA.

JAGA — Jantungmu bekerja tanpa henti, memompa kehidupan untukmu setiap detik. Sudah saatnya menjaganya sepenuh hati. Pilih makananmu: makanan sehat hari ini adalah asupan terbaik untuk jantungmu. Mulai bergerak: rajin bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan. Setiap langkah kecil adalah cara memeluk jantungmu agar tetap sehat. Cek rutin. Know Your Numbers: cek tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala. Deteksi dini adalah bentuk kasih sayang terbesar pada diri sendiri dan keluarga. Direpresentasikan oleh RINDA SALMUN.

Kreativitas sebagai Medium Perubahan

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini.

“Kolaborasi ini adalah bukti bahwa kreativitas bisa menjadi medium perubahan yang kuat. Kita sedang mengirimkan pesan yang sangat jelas: kesehatan jantung adalah tanggung jawab kita bersama. ‘Don’t Miss A Beat’ mengingatkan kita untuk menjaga setiap detak jantung, tidak mengabaikan gejala, dan tidak melewatkan kesempatan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Setiap karya yang dihadirkan adalah representasi harapan bagi anak-anak Indonesia yang berjuang melawan penyakit jantung bawaan.”

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia, Iwet Ramadhan, menegaskan pentingnya pendekatan yang dekat dengan keseharian.

“Penyakit jantung sering disebut sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala yang jelas. Filosofi ‘Don’t Miss A Beat’ ingin mengingatkan publik untuk lebih peka terhadap tubuh sendiri—jangan sepelekan nyeri dada, sesak, atau kelelahan yang tidak wajar. Melalui kolaborasi ini, kami ingin pesan kesehatan jantung terasa lebih dekat, tidak menakutkan, dan mudah dipahami. Jangan lewatkan satu detak pun untuk menjaga kesehatan, dan jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi bagi anak-anak penderita penyakit jantung bawaan.”

Tiga Desainer, Tiga Karakter, Satu Denyut
AMOTSYAMSURIMUDA adalah label besutan desainer Achmad Syamsuri Muda, yang didirikan pada 2017. Ia mendapat pendidikan fashion di LaSalle College of the Arts, Singapura, dan sebelumnya bekerja sebagai fashion stylist, designer, serta creative director. Jakarta dan kehidupan urban menjadi salah satu pengaruh penting dalam pendekatan desainnya. Dalam babak PEDULI, Amot menghadirkan siluet yang tegas, ekspresif, dan kontemporer—menerjemahkan kesadaran akan jantung ke dalam potongan yang berani dan penuh karakter.

GLASHKA didirikan oleh Ega Augustia pada 2018. Saat ini Glashka dikenal sebagai label modest wear yang menggabungkan siluet kontemporer dengan teknik bordir manual dan material natural. Pada panggung Yayasan Jantung Indonesia, Glashka mempersembahkan JUMPA PERTAMA, sebuah koleksi yang berangkat dari gagasan tentang pertemuan, awal yang baru, dan kenangan yang terus menetap. JUMPA PERTAMA menjadi sebuah pengingat bahwa setiap pertemuan meninggalkan jejak, dan setiap awal memiliki cerita untuk dikenang—seperti detak pertama yang menandai kehidupan.

RINDA SALMUN adalah desainer fashion Indonesia yang memadukan latar belakang seni rupa dengan pendekatan eksperimental dalam fashion. Lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung dan Ravensbourne College of Design & Communication, London, Rinda dikenal melalui eksplorasi bentuk, tekstur, ilustrasi, serta manipulasi material. Koleksi yang ditampilkan pada Yayasan Jantung Indonesia mengeksplorasi hubungan antara material, tailoring, dan rekonstruksi bentuk dengan hasil akhir berkarakter tegas dan urban, bertajuk Reconstructed | New Form. Sebuah metafora tentang jantung yang terus beradaptasi, pulih, dan menemukan bentuk barunya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *