Inilah Sikap Dompet Dhuafa Saat Sembilan WNI Disandera Israel

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Merdekaonlinetv.id – Lembaga Filantropi Islam yang sekaligus lembaga kemanusian Dompet Dhuafa menyikapi adanya sembilan WNI diculik tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Mereka merupakan relawan dan jurnalis yang berada di sejumlah kapal untuk mengirimkan bantuan ke Gaza. 

Pensikapan ini diutarakan General Manager (GM) Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono saat dijumpai awak media di sela-sela agenda Kamisan di depan Istana Negara, Kamis (21/5/2026).

banner 325x300

Arif begitu sapaan nya mengatakan bahwa dirinya (Dompet Dhuafa-red) bersama teman-teman nya dari Gerakan pembebasan masyarakat Palestina dan yang lain nya mendorong pembebasan sembilan WNI yang sampai saat ini masih disandera Israel .

“Sembilan WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis kemanusiaan yang disandera Israel pada saat ini,” katanya.

Kehadiran di depan Istana negara ini, lanjut Arif, sebagai bentuk gerakan untuk menyuarakan pembebasan sembilan WNI yang disandera Israel. “Kami bersama teman-teman dalam suatu gerakan menyuarakan pembebasan sembilan WNI yang pada saat ini masih disandera Israel,” ungkapnya.

Menurut Arif, dalam kejadian penyanderaan sembilan WNI oleh Israel tersebut, respon Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, DPR RI dan Kantor Kepresidenan RI sangat baik dan cepat. “Hingga kini kami sangat menanti kabar baik, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kabar akan pembebasan sembilan WNI yang disandera Israel,” harapnya.

Kemudian untuk keluarga sembilan WNI yang menjadi penyanderaan oleh Israel, Dompet Dhuafa melakukan aktivitas dengan memberikan pendampingan psikologi dan konseler kepada para keluarga untuk mendampingi bagian keluarga nya yang disandera Israel.
“In syaa Allah sampai saat ini, kami selalu mendampingi keluarga nya,” ucapnya singkat.

Sebagai informasi, sembilan WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla 2.0.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, Rabu (20/5/2026) sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa video pernyataan mereka ditangkap. Mereka ditangkap pada waktu yang berbeda. Andi, Rahendro, Andre, Thoudy dan Abeng ditangkap pada Senin (18/5/2026).

Herman dan Ronggo sebetulnya sempat menyatakan diri lolos dari intersepsi Israel pada saat lima WNI lainnya ditangkap. Dia mengatakan, manuver dari kapten kapal yang ditumpangi berhasil membuat tentara Israel tak mampu mengejar.

Namun beberapa jam kemudian ia ikut ditangkap pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat. Empat jam berselang, Asad dan Hendro turut mengunggah pesan darurat yang menyatakan diri mereka ditangkap oleh tentara Israel. (SR)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *