Semarang, Merdekaonlinetv.id – Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa perkuat dalam komitmen nya dengan program pemberdayaan perekonomian peternak lokal.
Hal tersebut dilakukan Dompet Dhuafa disalah satu Desa bernama Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan bahwa komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan Program Jantara (Jaringan Tani Ternak) yang sebelumnya telah dijalankan Dompet Dhuafa sejak 2025.
“Tentunya program Jantara ini terintegrasi dengan program kurban nasional Dompet Dhuafa itu sendiri. Dan sekaligus dengan program tersebut membuka peluang usaha baru bagi para peternak,” jelas Zaini Tafrikhan dalam keterangan nya di salah satu rumah peternak kambing domba, Selasa (12/5/2026).
Kemudian, lanjut Ia, ada 50 ekor domba di wilayah Getasan dan 50 ekor berada di Kendal. Total bantuan ini diberikan kepada kelompok tani ternak sebagai bentuk pengembangan dari program sebelumnya bernama Dompet Dhuafa Farm di Kendal sejak 2020–2021.
“Nah pada waktu akhir 2025 kami membuat jaringan peternakan yang sebelumnya program itu sudah ada (Dompet Dhuafa Farm-red) agar bisa memberikan manfaat kepada para peternakan yang ada di desa ini,” ungkapnya.
Para petani ternak tersebut mengelolahkan kambing domba nya di rumah dan dibuatkan kandang. Kambing Domba yang dikelola tersebut tentunya pasti terjual. Pasalnya, Domba itu sudah ada yang beli dan akan diambil oleh pembeli jelang Idul Adha.
“Hal itu bisa terjadi, karena Dompet Dhuafa ekosistemnya sudah terbentuk, terlebih dalam momentum Idul Adha,” imbuhnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Desa Tolokan, Dwi Wahono sangat antusias program pemberdayaan tersebut yang dicanangkan Dompet Dhuafa. Baginya, hadirnya Dompet Dhuafa di desa Tolokan membantu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program jaringan ternak tani (Jantara).
“Program ini sangat positif dan membantu bagi para peternak dan tepat sasaran bagi penerima manfaat,” sebutnya.
Selanjutnya, tim media berkesempatan meminta penjelasan dari peternak penerima manfaat. Tani peternak itu bernama Sarimin.
Sarimin melalui program Jantara dipercaya mengelola 10 ekor domba dari total 50 ekor yang diberikan kepada lima peternak binaan Dompet Dhuafa di wilayah Getasan.
Sarimin menceritakan bahwa dirinya diberikan amanah oleh Dompet Dhuafa dan di edukasi cara mengobati dan merawat kambing domba peliharaan. Dan saat ini, terlihat kesedihan ada pada diri seorang Sarimin bahwa ada sembilan ekor domba yang dipeliharanya dalam kondisi sehat dan dipersiapkan untuk kebutuhan kurban Idul Adha mendatang. “Namun 1 ekor Domba mati karena adu tanduk,” katanya.
Sarimin pun berharap Program Jantara agar dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak bagi tani peternak di berbagai daerah di Indonesia.
“Saya dan teman-teman yang berada dalam Program Jantara ini agar bisa bermanfaat untuk semua orang. Program ini sangat cukup membantu sekali, dan sangat bersyukur dapat diberi amanah oleh Dompet Dhuafa,” harapnya. (SR)

















