Jakarta. Merdekaonlinetv.id-Kasus pemerasan yang melibatkan seorang sales di Suzuki Indomobil Multi Trada Bintaro kembali mencuat ke publik.
Dalam insiden yang terjadi pada sabtu (18/4/2026), seorang sales bernama DY, yang merupakan anggota tim BTO 8 di bawah pimpinan AS, diduga melakukan pemerasan terhadap mantan karyawan berinisial IS.
DY yang diduga meminta uang sebesar Rp 1 juta kepada IS, mengklaim bahwa permintaannya itu tidaklah besar mengingat statusnya sebagai ‘orang kaya’.
“1 juta ya wajib, katanya orang kaya,” ujar DY dengan nada santai namun terkesan merendahkan.
Tidak hanya itu, dia bahkan dengan enteng menambahkan, “Kalau orang kaya mah kecil 😂,” seakan menganggap permintaan tersebut adalah hal yang biasa dilakukan di kalangan orang-orang kaya.
Sumber yang dekat dengan kejadian tersebut mengungkapkan bahwa DY menyebutkan berbagai hal yang merujuk pada kemewahan hidupnya.
“Rumah banyak, usaha puluhan juta, kerja sama menteri-menteri, masa nggak bisa?” kata DY, yang tampaknya ingin menunjukkan bahwa dirinya memiliki kedudukan tinggi.
Meski permintaannya terus didesak, DY tetap bersikap keras dan tak mau memberikan ruang untuk dialog.
“Ya udah lahhh, siapa lu nyuruh-nyuruh gue? Lu telepon aja sendiri, nggak usah banyak omong sama gue!” ucapnya, menanggapi IS yang mencoba berbicara lebih lanjut mengenai situasi yang sedang terjadi.
Tentu saja, tindakannya ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari sesama kolega dan pelanggan di industri otomotif.
Beberapa pihak merasa tindakan pemerasan ini bisa merusak citra Suzuki Indomobil Multi Trada Bintaro, yang selama ini dikenal memiliki reputasi yang baik di mata pelanggan dan masyarakat.
Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Namun, banyak yang mempertanyakan sejauh mana etika dan profesionalisme para sales dalam menjalankan tugas mereka.
Pihak Suzuki Indomobil Wahana Trada sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini.

















