Musim Mas Jadikan Pemberdayaan Perempuan Pilar Strategi Keberlanjutan

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta. Merdekaonlinetv.id-Memperingati Hari Perempuan Nasional, Musim Mas menegaskan komitmennya dalam mendorong industri kelapa sawit yang lebih inklusif melalui program pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Bagi perusahaan, kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang.
Komitmen ini diperkuat dalam Sustainability Roadmap Musim Mas 2026–2030, yang menempatkan Gender Equity and Women Empowerment sebagai salah satu prioritas.

Program tersebut dijalankan melalui penguatan Komite Gender di lingkungan operasional perusahaan serta Women Smallholders Program (WSP) di tingkat komunitas.

banner 325x300

General Manager Sustainability Musim Mas, Vivi Anita, dalam webinar bertajuk “Strengthening Business Resilience through Sustainability” mengatakan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi penting bagi perusahaan.

“Melalui program ini kami tidak hanya menjalankan bisnis yang bertanggung jawab, tetapi juga memperkuat ketahanan operasional perusahaan sekaligus mendorong kemandirian perempuan,” ujarnya.

Sejak dibentuk pada 2008, Komite Gender berperan menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh pekerja, khususnya perempuan.

Program ini juga didukung kerja sama dengan organisasi nirlaba global DIWA (Dignity in Work for All) melalui berbagai pelatihan, diskusi kelompok, serta penguatan mekanisme penanganan isu sensitif seperti diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

Selain di lingkungan kerja, Musim Mas juga memperluas program pemberdayaan melalui Women Smallholders Program yang menyasar pekebun perempuan dan istri pekebun.

Program ini mencakup pelatihan nutrisi dan kesehatan keluarga, literasi keuangan, serta pengembangan peluang usaha.

Pada tahap awal yang dijalankan pada 2023 di tiga kabupaten di Riau, lebih dari 500 perempuan mengikuti pelatihan kesehatan keluarga dan 574 perempuan mengikuti pelatihan literasi keuangan. Program ini juga melahirkan tiga kelompok usaha perempuan yang kini mengelola bisnis sembako dengan rata-rata aset mencapai Rp80 juta per kelompok.
Dosen Agribisnis Universitas Sumatera Utara, Prof. Ir. Diana Chalil, M.Si., Ph.D., menilai program tersebut sebagai langkah strategis karena perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan usaha perkebunan keluarga.
Ke depan, Musim Mas berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas Komite Gender serta memperluas jangkauan Women Smallholders Program ke berbagai wilayah. Upaya ini diharapkan dapat memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkan industri kelapa sawit yang inklusif dan berkelanjutan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *