Jakarta, Merdekaonlinetv.id-Dalam upaya menambah wawasan kebangsaan dan memperluas pemahaman bagi generasi muda terhadap jati diri bangsa sebagai negara kepulauan, Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menghibahkan peta NKRI (versi peta laut) sebanyak 2000 (dua ribu) lembar dan satu buah pigura beserta peta NKRI versi peta laut kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI).
Penyerahan Peta tersebut secara simbolis dilaksanakan oleh Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., kepada Prof. I Ketut Adnyana selaku Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, dimana penyerahan tersebut berlangsung pada rangkaian acara Tasyakuran Hari Hidrografi TNI Angkatan Laut Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Graha Jalapuspita, Jakarta, Rabu (4/2/2026) beberapa waktu yang lalu, dan secara fisik peta NKRI versi laut sejumlah 2.000 diterima oleh Kasubag Rumga Dikti Saintek
Menurut Danpushidrosal, Wilayah NKRI yang membentang dari Sabang hingga Merauke merupakan entitas geografis yang sangat luas dan strategis. Sekitar 2/3 nya adalah lautan, yang menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Laut Indonesia tidak hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga menjadi jalur perhubungan internasional yang vital, ruang pertahanan negara, serta wahana interaksi sosial, ekonomi, dan budaya antarpulau maupun untuk kepentingan strategis pertahanan dan pembangunan nasional pada setiap wilayah perairan.
Lebih lanjut, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pembangunan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, Peta tersebut diharapkan dapat terdistribusikan ke berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia sebagai media edukasi strategis yang memperkuat pemahaman tentang luas dan kompleksitas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui hibah ini, Pushidrosal berharap peta NKRI versi laut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran geografis, tetapi juga menjadi simbol penguatan identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat berbasis kemaritiman di kalangan sivitas akademika.















