Jakarta, Merdekaonlinetv.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/Menteri Koordinasi Bidang Hilirisasi dan Transmisi Energi, Bahlil Lahadalia resmi membuka event Forek Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan di Hotel Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (28-29 Oktober 2026) mengangkat tema “Akselerasi Penguatan Ketahanan Energi melalui Strategi Komersialisasi, Pengelolaan Investasi Hulu Migas, dan Harmonisasi Kebijakan Fiskal serta Tata Kelola yang Terintegrasi,” forum ini menjadi wadah untuk membahas isu strategis nasional, membangun strategi transformasi, dan penguatan pengelolaan industri hulu minyak dan gas bumi.
“Ini merupakan kolaborasi dengan stakeholders hulu migas. Dan arah dari forum ini akan membahas kebijakan investasi, komersialisasi migas, dan penguatan ketahanan energi nasional. Forum ini mempertemukan pemerintah, pimpinan perusahaan migas, investor, mitra pembiayaan, serta pakar-pakar dari dalam dan luat negeri,” kata Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Sunaryanto dalam keterangan nya kepada para undangan yang hadir.
Melalui Pertamina Hulu Energi, dirinya berterima kasih karena pada akhirnya wadah tersebut bersinergi dan berkolaborasi tertuang di dalam agenda besar kita, Forum Ekonomi Hulu Migas.
“Penyelenggaraan kembali FOREK dinilai relevan di tengah tantangan peningkatan target ifting nasional dan kesenjangan antara kebutuhan energi dengan produksi domestik,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa dari total 118 blok migas baru yang disiapkan pemerintah, sekitar 60% di antaranya sudah masuk ke tahap tender.
“Iya ada 118 blok migas baru dan 60% sudah masuk ke tahap tender,” jelasnya.
Jadi, lanjut Bahlil, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM sedang mengembangkan tender-tender tersebut dan sudah masuk dalam penahapan. Dan Pemerintah menawarkan pengembangan blok migas baru ke investor tersebut.
“Disini saya dapat memproyeksikan bahwa masuknya komitmen investasi skala besar dari sejumlah operator migas global. Tentu beberapa tahun mendatang telah berjalan pada saat ini,” tandasnya.(SR)

















