Sentul. Merdekaonlinetv.id-Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) yang merupakan Cancer Center Pertama di Bogor.
Acara yang digelar di Adhiwangsa Ballroom, Aston Sentul Lake Resort, Minggu (2/8/2026) ini,
dihadiri juga Founding Father of Sentra Medika Hospital Group, Suherman Widyatomo dan juga sejumlah oncology experts nasional sebagai pembicara utama, di antaranya Dr. dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM, FINASIM, dan Dr. dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad(K). Forum ilmiah ini juga akan menghadirkan pembicara tamu dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dr. Venita Eng dari Bali, Prof. dr. Linda W. A. Rotty, Sp.PD-KHOM dari Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, serta dr. Trinugroho Heri Fadjari, Sp.PD-KHOM dari Bandung.
Sebelum dibuka oleh Menkes, Founding Father of Sentra Medika Hospital Suherman Widyatomo mengatakan SWICC hadir untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan onkologi yang komprehensif dan berkualitas.
“Dengan pendekatan pelayanan terpadu, SWICC menyediakan layanan mulai dari edukasi dan pencegahan, deteksi dini, pemeriksaan dan diagnosis, pengobatan, hingga pendampingan pasien dalam satu sistem pelayanan yang terintegrasi,” ungkap Suherman Widyatomo dalam keterangan nya kepada undangan yang hadir di Adhiwangsa Ballroom, Aston Sentul Lake Resort, Minggu (2/8/2026).
“Dan sekarang untuk masyarakat yang berada daerah Bogor, Ciawi, Sukabumi dan Depok bisa melakukan pengobatan atau terapi penyakit kanker nya di SWICC, sehingga pasien bisa berobat tanpa harus jauh-jauh kedaerah lain atau ke luar negeri,” tambahnya.
Lebih lanjut, bapak yang sudah berusia 80 tahun ini mengungkapkan bahwa kehadiran layanan kanker yang mudah diakses menjadi semakin penting mengingat kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia.
” Di Indonesia sendiri total penderita kanker sekitar 1.130.313 dan kasus dari kanker per tahun nya 474.083 serta angka kematian per tahun diangka 283.299. Dan itu berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024,” jelasnya.
Oleh karena nya, tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, deteksi dini, serta akses terhadap layanan skrining kanker.
Kanker itu terjadi karena akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola hidup, faktor genetik, maupun riwayat keturunan. Meski demikian, deteksi dini dapat membantu proses penanganan menjadi lebih optimal.
Untuk itu, dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) pada 14 Juli 2026, Sentra Medika Hospital Group dan SWICC menyelenggarakan Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026, sebuah simposium onkologi berskala Nasional yang menjadi wadah edukasi, kolaborasi, dan peningkatan kompetensi tenaga medis tentang penanganan kanker.
“Dan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SWICC untuk memperkuat jejaring dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker melalui layanan yang komprehensif, modern, dan terintegrasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, sebagai keynote speaker menceritakan kisah keluarga nya yang meninggal karena sakit kanker yang diderita mulai dari orangtua nya hingga keponakan nya .
Karena nya, Menkes menegaskan untuk mendeteksi dini menjadi kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker yang masih tinggi.
“Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk memperluas akses skrining agar kanker dapat terdeteksi lebih awal,” ujar Budi Gunadi Sadikin Menkes di era Presiden Prabowo Subianto ini.
Untuk diketahui, rangkaian kegiatan anniversary SWICC telah diawali dengan berbagai kegiatan Cancer Awareness melalui kampanye “Stronger in Awareness, Together in Detection”. SWICC telah melakukan 500 Free Cancer Screenings dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh layanan skrining kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat secara gratis. Program edukasi deteksi dini juga dilakukan Webinar Nasional Case Sharing Onco Series dan Seminar Lindungi Diri dari Kanker Serviks & Payudara untuk Perempuan Indonesia Sehat. Sebagai upaya memperluas akses deteksi dini sehingga kanker dapat ditemukan lebih cepat dan pasien memperoleh penanganan yang lebih tepat.
Sebagai pusat layanan kanker terpadu yang berlokasi di Sentra Medika Hospital Cibinong, SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care, yaitu layanan kanker yang terintegrasi untuk mendampingi pasien di setiap tahapan perjalanan penyakitnya. Melalui kolaborasi tim
dokter multidisiplin, setiap pasien memperoleh rencana penanganan yang dipersonalisasi berdasarkan jenis kanker, stadium penyakit, serta kondisi klinisnya. (SR)

















