{"id":5583,"date":"2026-09-08T00:23:01","date_gmt":"2026-09-08T00:23:01","guid":{"rendered":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/?p=5583"},"modified":"2026-09-08T00:23:02","modified_gmt":"2026-09-08T00:23:02","slug":"ketika-deru-mesin-mulai-berbicara-tentang-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/?p=5583","title":{"rendered":"Ketika Deru Mesin Mulai Berbicara tentang Masa Depan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh: M.Irvan Pasaribu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deru mesin selalu identik dengan kemajuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di pertambangan, konstruksi, hingga energi, suara alat berat yang bekerja menjadi tanda bahwa roda ekonomi sedang bergerak. Tanah digali, material dipindahkan, jalan dibangun, dan berbagai proyek kehidupan manusia terus berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, di balik suara mesin itu ada pertanyaan yang semakin penting: sampai kapan industri dapat terus tumbuh jika lingkungan dan manusia ikut menanggung ongkos pertumbuhannya?<br>Pertanyaan tersebut kini bukan lagi sekadar wacana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Industri dihadapkan pada tuntutan untuk tetap produktif sekaligus mengurangi jejak lingkungan, menggunakan energi secara lebih efisien, memperhatikan keselamatan manusia, memberdayakan masyarakat, serta menjalankan bisnis dengan tata kelola yang bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah tantangan itu, PT United Tractors Tbk (UT) menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan bisnisnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi perusahaan yang selama lebih dari lima dekade tumbuh bersama industri alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, perubahan menuju bisnis berkelanjutan tentu bukan perkara sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Justru karena itulah perjalanan tersebut menarik untuk ditelusuri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Angka Emisi Menjadi Cermin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam laporan keberlanjutan 2025, UT mencatat total emisi gas rumah kaca Scope 1 dan Scope 2 sebesar 3,65 juta ton CO\u2082 ekuivalen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi perusahaan dengan aktivitas bisnis yang membutuhkan energi dalam skala besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi angka juga dapat menjadi titik awal perubahan.<br>UT menetapkan aspirasi 2030 untuk menurunkan emisi Scope 1 dan 2 sebesar 30 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan juga menargetkan 22 persen bauran energi terbarukan untuk mendukung kegiatan operasional serta meningkatkan daur ulang dan recovery limbah padat hingga 62 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, keberlanjutan tidak berhenti pada slogan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada angka yang harus dicapai, ada indikator yang harus diukur, dan ada pekerjaan panjang yang harus dilakukan.<br>Di sinilah ESG\u2014Environmental, Social and Governance\u2014menjadi penting.<br>Bagi UT, aspek lingkungan bukan hanya tentang mengurangi emisi. Ia juga menyentuh pengelolaan energi, air, limbah, keanekaragaman hayati, hingga bagaimana kegiatan operasional dapat berjalan dengan dampak lingkungan yang semakin terkendali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari Bahan Bakar Menuju Energi yang Lebih Bersih<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transisi energi menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan tersebut.<br>UT mengembangkan berbagai langkah efisiensi energi dan dekarbonisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan biodiesel B35, Renewable Energy Certificate (REC), serta pembangkit listrik tenaga surya menjadi bagian dari upaya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 2024, UT dan anak perusahaannya menggunakan 85.487 unit REC, yang setara dengan 307.754,57 GJ energi terbarukan dan berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 74.374,02 tCO\u2082e.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN), instalasi panel surya juga dikembangkan di sejumlah fasilitas operasional dan area pertambangan. Pada 2024, pembangkit surya tersebut menghasilkan 3.707,60 MWh listrik terbarukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka-angka itu mungkin terlihat teknis bagi pembaca awam.<br>Tetapi di balik angka tersebut terdapat perubahan cara industri menggunakan energi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dahulu produktivitas identik dengan semakin banyak energi yang digunakan, kini tantangannya adalah bagaimana menghasilkan produktivitas dengan penggunaan energi yang lebih efisien dan dampak yang lebih kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi pun mendapatkan peran baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia bukan lagi sekadar alat untuk membuat pekerjaan lebih cepat, tetapi juga menjadi instrumen untuk membuat industri bekerja dengan lebih bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberlanjutan Tidak Berhenti di Mesin<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada kecenderungan untuk memaknai industri berkelanjutan hanya dari warna hijau, panel surya, kendaraan listrik, atau pengurangan emisi.<br>Padahal, keberlanjutan memiliki wajah yang jauh lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik setiap alat berat ada manusia yang mengoperasikannya.<br>Di sekitar setiap wilayah operasi terdapat masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan di balik setiap keputusan bisnis ada tata kelola yang menentukan apakah pertumbuhan tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, UT memasukkan aspek sosial sebagai bagian dari aspirasi keberlanjutannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan menargetkan terciptanya keberagaman, kesetaraan dan inklusivitas, penguatan keselamatan kerja, serta jangkauan hingga 750.000 penerima manfaat melalui program pengembangan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang bumi, tetapi juga tentang manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah perusahaan dapat memiliki teknologi paling modern sekalipun. Namun, jika manusia yang bekerja di dalamnya tidak aman, masyarakat sekitar tidak mendapatkan manfaat, dan hubungan dengan pemangku kepentingan tidak terjaga, maka perjalanan menuju keberlanjutan belum selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberi Ruang bagi Masyarakat untuk Tumbuh<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di berbagai wilayah operasional, hubungan antara perusahaan dan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program pengembangan masyarakat tidak semestinya berhenti pada pemberian bantuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang lebih penting adalah menciptakan kemampuan agar masyarakat dapat tumbuh dan berdiri lebih kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah pendekatan keberlanjutan memiliki makna yang berbeda.<br>Ketika sebuah program pendidikan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memiliki masa depan lebih baik, ketika pemberdayaan ekonomi membantu masyarakat membangun usaha, atau ketika program kesehatan meningkatkan kualitas hidup, dampaknya mungkin tidak langsung terlihat dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, manfaatnya dapat berlangsung jauh lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena keberlanjutan pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang ditinggalkan perusahaan kepada lingkungan, tetapi juga tentang apa yang diwariskan kepada manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjaga Alam di Tengah Aktivitas Industri<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan lain datang dari keanekaragaman hayati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas industri membutuhkan ruang dan sumber daya. Karena itu, perlindungan ekosistem menjadi bagian penting dari pengelolaan dampak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UT memiliki kebijakan konservasi keanekaragaman hayati yang antara lain melarang eksplorasi atau ekstraksi sumber daya di situs Warisan Dunia, memperhatikan kebutuhan akses lahan masyarakat serta konservasi biodiversitas, dan menerapkan hierarki mitigasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebijakan tersebut memperlihatkan sebuah perubahan cara pandang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alam tidak semata-mata dipandang sebagai sumber daya untuk dimanfaatkan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang harus dipertahankan.<br>Sebab ketika sebuah ekosistem rusak, dampaknya tidak berhenti pada batas wilayah operasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia dapat memengaruhi air, udara, keanekaragaman hayati, kehidupan masyarakat, bahkan generasi yang belum lahir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyiapkan Industri Setelah Batu Bara<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada tantangan lain yang tidak kalah penting: bagaimana perusahaan yang tumbuh di sektor sumber daya alam mempersiapkan masa depan ketika dunia bergerak menuju ekonomi rendah karbon?<br>Jawabannya adalah diversifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam aspirasi keberlanjutan 2030, UT menempatkan penguatan ketahanan bisnis melalui peningkatan pendapatan non-batu bara hingga 50 persen sebagai salah satu sasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini menunjukkan bahwa keberlanjutan juga berkaitan dengan kemampuan bisnis untuk beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan tidak cukup hanya mengurangi dampak lingkungan dari bisnis yang ada. Perusahaan juga perlu mempersiapkan portofolio bisnis untuk menghadapi perubahan kebutuhan energi dan ekonomi di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, ESG bukan sekadar persoalan lingkungan.<br>Ia juga menyentuh pertanyaan fundamental tentang bagaimana perusahaan dapat bertahan, berkembang, dan tetap relevan ketika dunia berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jalan Panjang Menuju 2030<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perjalanan menuju industri berkelanjutan bukan perlombaan yang selesai dalam sehari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada target yang harus dikejar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada teknologi yang harus terus dikembangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada kebiasaan lama yang harus diubah.<br>Dan ada manusia yang harus diajak berjalan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UT telah menetapkan 10 Aspirasi Keberlanjutan 2030 yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Di sisi lingkungan terdapat target penurunan emisi, peningkatan energi terbarukan, pengelolaan air, serta limbah. Di sisi sosial terdapat keselamatan kerja, inklusivitas dan pengembangan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara dari sisi tata kelola, perusahaan mendorong ketahanan bisnis, keberagaman serta penerapan tata kelola berstandar internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Target-target itu sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan belum selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Justru bagian tersulitnya mungkin sedang dimulai.<br>Sebab membangun industri berkelanjutan bukan hanya persoalan membeli teknologi baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia membutuhkan perubahan budaya.<br>Dari ruang rapat hingga lokasi pertambangan. Dari operator alat berat hingga jajaran manajemen. Dari keputusan investasi hingga cara perusahaan berinteraksi dengan masyarakat.<br>Semuanya harus bergerak ke arah yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Deru Mesin Menjadi Simbol Perubahan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, suara mesin mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang dari wajah industri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alat berat akan tetap bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertambangan akan tetap membutuhkan teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembangunan akan terus berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi cara semuanya dilakukan dapat berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mesin dapat dibuat lebih efisien. Energi dapat perlahan beralih ke sumber yang lebih bersih. Limbah dapat dikelola dengan lebih baik. Teknologi dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi energi. Masyarakat dapat diberdayakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan tata kelola dapat menjadi penjaga agar pertumbuhan bisnis tidak kehilangan arah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah mungkin makna paling sederhana dari perjalanan United Tractors menuju industri berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan menghentikan mesin, melainkan mengubah cara mesin bergerak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan menghentikan pertumbuhan, tetapi memastikan pertumbuhan memiliki arah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan bukan sekadar meninggalkan jejak di tanah tempat industri bekerja, tetapi meninggalkan warisan yang lebih baik bagi manusia dan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena pada akhirnya, industri yang benar-benar maju bukanlah industri yang hanya mampu menghasilkan lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Industri yang maju adalah industri yang mampu tumbuh hari ini tanpa mengambil terlalu banyak dari hari esok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah deru mesin yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari pembangunan Indonesia, United Tractors sedang menulis bab berikutnya:<br>sebuah perjalanan dari industri yang bergerak cepat menuju industri yang bergerak dengan lebih bijak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: M.Irvan Pasaribu Deru mesin selalu identik dengan kemajuan. Di pertambangan, konstruksi, hingga energi, suara&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5584,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-5583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5583"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5583\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5585,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5583\/revisions\/5585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5583"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}