{"id":5073,"date":"2026-04-28T05:54:07","date_gmt":"2026-04-28T05:54:07","guid":{"rendered":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/?p=5073"},"modified":"2026-04-28T05:54:08","modified_gmt":"2026-04-28T05:54:08","slug":"evaluasi-infrastruktur-transportasi-nasional-keselamatan-prioritas-anggaran-dan-transformasi-berbasis-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/?p=5073","title":{"rendered":"Evaluasi Infrastruktur Transportasi Nasional: Keselamatan, Prioritas Anggaran, dan Transformasi Berbasis Teknologi"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta. Merdekaonlinetv.id-Peristiwa kecelakaan transportasi yang terjadi hari ini di wilayah Bekasi menjadi pengingat serius bahwa pembangunan transportasi nasional tidak cukup hanya berfokus pada ekspansi infrastruktur, tetapi harus mengutamakan keselamatan sistem, ketepatan investasi, dan pemanfaatan teknologi modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Insiden yang melibatkan kereta api maupun transportasi darat lainnya menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar kurangnya infrastruktur, melainkan belum optimalnya sistem keselamatan yang berbasis teknologi dan pencegahan (preventive system).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita masih terlalu fokus membangun fisik, padahal yang lebih mendesak adalah membangun sistem yang aman, cerdas, dan terintegrasi,&#8221; tambah fauzan Fadel Muhammad pada Selasa (28\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Keselamatan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan transportasi. Kecelakaan yang terus berulang menunjukkan bahwa sistem transportasi nasional masih bergantung pada intervensi manusia, minim integrasi data real-time, serta belum memanfaatkan teknologi seperti AI dan sensor secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Ke depan, penguatan harus dilakukan melalui penerapan AI-based predictive maintenance, sensor IoT pada jalur dan kendaraan, sistem signaling otomatis, serta command center berbasis data real-time.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika sistem masih reaktif, maka penambahan infrastruktur hanya akan memperbesar potensi risiko,&#8221; kata Fauzan Fadel Muhammad praktisi Dunia usaha dan logistik<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, pembangunan kereta api merupakan salah satu investasi dengan biaya paling tinggi. Mulai dari pembebasan lahan, konstruksi rel, hingga biaya operasional dan perawatan jangka panjang, semuanya membutuhkan anggaran yang sangat besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun manfaatnya sangat bergantung pada tingkat utilisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita harus jujur, tidak semua wilayah Indonesia membutuhkan kereta api. Jika dipaksakan, ini berpotensi menjadi beban fiskal jangka panjang,&#8221; tambahnya<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk wilayah seperti Papua dan daerah terpencil lainnya, dengan kondisi geografis yang sulit, demand yang terbatas, serta biaya pembangunan yang sangat tinggi, pendekatan rel konvensional menjadi tidak efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Solusi yang lebih tepat adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti drone logistik, kendaraan listrik, autonomous truck, serta integrasi jalur distribusi berbasis AI.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang dibutuhkan bukan rel, tapi akses logistik. Dan akses hari ini bisa dibangun dengan teknologi tanpa harus membangun rel,&#8221; tambahnya<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks pembangunan nasional yang saat ini sangat masif, Indonesia juga harus memahami bahwa tidak semua program dapat dijalankan secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemerintah saat ini memiliki berbagai prioritas strategis seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi industri, serta pembangunan infrastruktur dasar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita tidak bisa membangun semua hal sekaligus. Harus ada keberanian menentukan prioritas agar setiap rupiah anggaran memberikan dampak maksimal,&#8221; ujarnya<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait kebutuhan investasi besar di sektor perkeretaapian hingga Rp1.200 triliun sampai 2045 yang pernah disampaikan oleh pemerintah, hal ini perlu dilihat secara lebih strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPertanyaan utamanya bukan hanya berapa besar kebutuhan investasi, tetapi apakah bentuk investasinya sudah paling efisien dan tepat sasaran,&#8221;kata fauzan<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan fokus pada wilayah dengan demand tinggi seperti Jawa dan Sumatera, optimalisasi jaringan yang sudah ada, serta pemanfaatan teknologi sebagai substitusi di wilayah non-ekonomis, kebutuhan investasi dapat ditekan secara signifikan dan risiko aset tidak produktif dapat dihindari.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan flyover pada lintasan kereta api dengan estimasi anggaran sekitar Rp4 triliun, pendekatan tersebut dinilai perlu dilihat secara lebih komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cFlyover memang bisa mengurangi risiko di titik tertentu, tetapi ini tetap solusi berbasis infrastruktur fisik yang mahal. Jika tidak dibarengi dengan sistem keselamatan berbasis teknologi, maka efektivitasnya terbatas.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Flyover hanya menyelesaikan masalah pada titik tertentu dan tidak menyentuh akar persoalan secara sistemik.<\/p>\n\n\n\n<p>Alternatif yang lebih efisien adalah pengembangan smart crossing system berbasis sensor, automated barrier system, serta integrasi data antara kereta dan kendaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita harus mulai beralih dari solusi mahal berbasis beton ke solusi cerdas berbasis teknologi,&#8221; ujarnya<\/p>\n\n\n\n<p>Tragedi yang terjadi hari ini seharusnya menjadi momentum perubahan paradigma dalam pembangunan transportasi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau kita hanya menambah infrastruktur tanpa memperbaiki sistem, kita sedang mengulang kesalahan yang sama. Indonesia harus membangun dengan cerdas, bukan sekadar besar,&#8221; tambah Fauzan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Merdekaonlinetv.id-Peristiwa kecelakaan transportasi yang terjadi hari ini di wilayah Bekasi menjadi pengingat serius bahwa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5074,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-5073","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5073"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5073\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5075,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5073\/revisions\/5075"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5073"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/merdekaonlinetv.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=5073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}